Rabu, 25 Maret 2009

PENGUNDURAN ACARA

DIALOG INTERAKTIF
"Membidik Pemikiran dan Pesan Dakwah Ahmad Wahib"

BADAN EKSEKTIF MAHASISWA JURUSAN
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAK. DAKWAH AN KOMUNIKASI UIN JAKARTA
Bersama:
KH. Abdurrahman Wahid
DR. Rizal Malarangeng
Prof. DR. Djohan Efendi
Luthfi Assyaukanie, Ph.d

yang seharusnya dilaksanakan pada:
Selasa, 31 Maret 2009 Pukul. 09:30-14:00 @ Rang Teater lt.2 Fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
085888112442

DIUNDUR dengan waktu yang akan ditentukan oleh pihak panitia.

a.n Panitia penyelenggara memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada undangan yang telah maupun belum mengkonfirmasi kehadirannya.

terimakasih atas perhatian dan kerjasama yang diberikan kami ucapkan terimakasih.

Sabtu, 21 Maret 2009

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA JURUSAN
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN JAKARTA

UNDANGAN

SEMINAR NASIONAL
"PELUANG PEREMPUAN PADA PEMILU 2009, MASIH ADAKAH???"

Pembicara:
Silva Sumarlin (Politisi Partai GLOKAR)
Lena Mukti (Politisi PPP)
Nursanita Nasution (Anggota DPR RI Fraksi PKS)

Selasa, 24 Maret 2009 Pkl 09:30 s.d 13.30 WIB
@ Teater lt.2 Gd FDK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tlp. 0856 93693206

FASILITAS: SERTIFIKAT + MODUL

Sabtu, 10 Januari 2009

Badan Eksekutif Mahasiswa
Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam

Mengucapkan


SELAMAT MENEMPUH
UJIAN AKHIR SEMESTER



Jumat, 02 Januari 2009

“BEMJ KPI BY REQUEST”

Kirimkan Saran, kritik dan ide teman-teman semua
pada Pengurus BEMJ KPI periode 2008-2009 melalui:


Blog BEMJ KPI di
bemjkpi-uinjakarta.blogspot.com

Semua kritik dan saran teman-teman akan menjadi inspirasi,
sebagai langkah yang memotifasi kami untuk berbuat yang terbaik
guna Kemajuan Jurusan KPI.


Kunjungi pula pengurus BEMJ KPI 2008-2009 pada;

Friendster BEMJ KPI di;
bemjkpi_uinjakarta@yahoo.com
FaceBook BEMJ KPI di;
bemjkpi_uinjakarta@yahoo.com


Terimakasih,
Dept. komunikasi dan Informasi
BEMJ KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

STRUKTUR PENGURUSAN

Presiden:
Sirajuddin Arridho
Wakil Presiden:
Fahdi Fahlevi
Sekretaris Umum:
Rezki Puji Lestari
Sekretaris I:
Ade Saputra Setiawan
Bendahara :
Imelda Dwi Putri Sari

Departemen Peneltian Dan Pengembangan
Shulhan Rumaru*
Solahudin Al-Ayubi, Irfan Mulyana, Fahmi Ali, Lini Zurlia,
Sofyan Johari, Hendri Rahman, Quratul Aini,
Ahmad Khumaidi, Iman Sahputra, Abi Sakti

Departemen Komunikasi dan Informasi
Rizki Riztya*
Alfiatul Rohmah, Muhammad Iqbal, Yulianti batubara,
Choirunnisa, Ega Maulana, Abdillah Kamal,
Halimatussadiah, Achmad Ghauzie An-nuur, Septia Sari

Departemen Diplomasi Publik
Robi Ardianto*
Aam Aminah, Badrus, Muhammad Romdhoni,
Maulana Yusuf, Shohibul Hujjah, Prana Bagus,
Kintan Pandu Jati, Ummi Kultsum, Dedi Kurniansyah Azra

Departemen Kemahasiswaan
Denhas Mubaraq T.A*
Nurhasanah, Hasan Saladin, Nurul Fadhilah,
Muhammad Reza, Miftahussoheh, Pepen Fauzi,
Zahratul Mahmudah, Syarif Fadillah, Anne Crisnasari,
Ahmad Tamami

Departemen Cinematografi
Aditya Rizal*
Hj. Rahmi Ardila, Zainuddin, Bilqis Prisbian Ningrum,
Nuri Rahma Fitjrianti, M. Riadul Muslim, Suci Gusti Gunarsir,
Pipit Fitriansyah, Ahmad Fauzi, Fitri Susilawati,
Muhammad Ragil, Mukhtar Fauzi

Departemen Seni dan Budaya
Syafrian Akbar*
Abdul Mujib, A. Nafisyul Qodar, Fikri Rifai,
Siti Qoriatun Sholehah, Isna Hidayati, Faiz Ibnu Sani,
Melisa, Ali Uraidi, Robi Cahyadi,
Indra Dita Puspita

Departemen Olahraga
Umar Abdul Aziz*
Ais Ramadhan Rasyid, Hari Harianto, M. Fuad Faizin,
Deni Sofiansyah, Ubaidillah, Ismail Marzuki,
Agus Mana, M. Zainal Arifin, Irfan Fahmi Akbar

Departemen Pemberdayaan Perempuan
Siti Nuraini*
Andri Ratih, Nur Fauziah, Rida Farida,
Siti Hanifah, Desti Eka Putri, Ummah, Neneng,
Ayu Farah Disa, Naimah, Mella Muwaddah,
Adila Dika Pertiwi


*Menteri Setiap Departemen

INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

oleh:
Sirajuddin Arridho

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keanekaragaman, berbagai macam suku dan budaya, merupakan kekayaan yang tak dimiliki oleh Negara-negara lain di dunia. Alam yang indah kerap kali menjadi bahan wisata bagi turis-turis asing. Walaupun semua kekayaan tersebut belum tergarap dengan baik, tentunya warga Negara ini mempunyai rasa memiliki yang besar terhadap alamnya, sehingga mereka mau merelakan waktunya untuk sedikit berkeringat dengan tujuan mempercantik wilayah yang mereka tinggali tersebut tanpa bantuan pemerintah tentunya.
Banyak hal yang masih terlupakan oleh pemerintah saat ini, contoh kecil, Jawa Tengah memiliki kota Pare, yang didalamnya ada sebuah desa dengan masyarakat yang menggunakan bahasa Inggris tanpa terkecuali, adalah “Desa Bahasa”, berbagai kalangan dari tinggat pendidikan yang berbeda hadir untuk belajar disana, seandainya pemerintah daerah mau memperhatikan hal itu, maka tingkat pendidikan di Indonesia akan melesat maju.
Negara lain sibuk dengan terus mengembangkan sistem teknologi yang mereka miliki, mempromosikan Negara mereka sehingga mampu dikenal oleh Negara-negara asing melalui situs internet, film, musik, pementasan-pementasan dan lain-lain. Tapi Indonesia, sibuk dengan kenaikan harga sembako, BLT, Pilkada, pemilu, Film-film berbau mistik dan cinta, ditambah lagi dengan kekerasan atas nama agama, hukum dan sebagainya. Sehingga kita lupa akan jati diri bangsa ini,
Jurusan Komunikasi dan penyiaran Islam tentunya harus mampu memperjuangkan itu semua, Media informasi di Indonesia kini seperti waktu yang memiliki musim, ketika bulan Ramadhan datang, maka banyak bermunculan film-film yang berbau religi, ketika satu televisi menggunakan pemberitaan per Jam, maka yang lain mengikuti, benarkah Indonesia kurang memiliki orang-orang yang kreatif? Semoga saja tidak.
Menembus persaingan global memang tidak mudah, namun dengan keyakinan dan usaha yang maksimal, tentunya akan membuahkan hasil yang maksimal pula. Jangan jadikan bangsa ini hanya dikenal dengan gosip-gosip selebriti saja. Tapi juga harus dikenal dengan keakraban masyarakatnya terhadap budaya, alam dan sesama.