oleh:
Sirajuddin Arridho
Indonesia adalah negara yang penuh dengan keanekaragaman, berbagai macam suku dan budaya, merupakan kekayaan yang tak dimiliki oleh Negara-negara lain di dunia. Alam yang indah kerap kali menjadi bahan wisata bagi turis-turis asing. Walaupun semua kekayaan tersebut belum tergarap dengan baik, tentunya warga Negara ini mempunyai rasa memiliki yang besar terhadap alamnya, sehingga mereka mau merelakan waktunya untuk sedikit berkeringat dengan tujuan mempercantik wilayah yang mereka tinggali tersebut tanpa bantuan pemerintah tentunya.
Banyak hal yang masih terlupakan oleh pemerintah saat ini, contoh kecil, Jawa Tengah memiliki kota Pare, yang didalamnya ada sebuah desa dengan masyarakat yang menggunakan bahasa Inggris tanpa terkecuali, adalah “Desa Bahasa”, berbagai kalangan dari tinggat pendidikan yang berbeda hadir untuk belajar disana, seandainya pemerintah daerah mau memperhatikan hal itu, maka tingkat pendidikan di Indonesia akan melesat maju.
Negara lain sibuk dengan terus mengembangkan sistem teknologi yang mereka miliki, mempromosikan Negara mereka sehingga mampu dikenal oleh Negara-negara asing melalui situs internet, film, musik, pementasan-pementasan dan lain-lain. Tapi Indonesia, sibuk dengan kenaikan harga sembako, BLT, Pilkada, pemilu, Film-film berbau mistik dan cinta, ditambah lagi dengan kekerasan atas nama agama, hukum dan sebagainya. Sehingga kita lupa akan jati diri bangsa ini,
Jurusan Komunikasi dan penyiaran Islam tentunya harus mampu memperjuangkan itu semua, Media informasi di Indonesia kini seperti waktu yang memiliki musim, ketika bulan Ramadhan datang, maka banyak bermunculan film-film yang berbau religi, ketika satu televisi menggunakan pemberitaan per Jam, maka yang lain mengikuti, benarkah Indonesia kurang memiliki orang-orang yang kreatif? Semoga saja tidak.
Menembus persaingan global memang tidak mudah, namun dengan keyakinan dan usaha yang maksimal, tentunya akan membuahkan hasil yang maksimal pula. Jangan jadikan bangsa ini hanya dikenal dengan gosip-gosip selebriti saja. Tapi juga harus dikenal dengan keakraban masyarakatnya terhadap budaya, alam dan sesama.
Jumat, 02 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar